Oleh: Ki Umar Jogja | 20 Juli 2018

Makam Wali misterius

Secarik catatan diskusi di grup WA Pewaris

Makam Misterius

Kang Adi : Yang mau berlatih cek dan ricek, monggo 🙏

Kang Bambang : tempat apa itu kang Adi? seperti pemakaman.

Kang Adi : iya pemakaman tidak jauh dari rumah saya. Konon ceritanya di sekitar situ banyak pusaka.

Ki Febri : Ada yang sudah dapat kang? Kalo saya “melihatnya” ada 3 mata tombak dan 1 pedang. Wallahu a’lam. ☺

Ki Wan : Apakah itu benar pemakaman atau sekedar petilasan Ki Febri?

Ki Febri : Kang Adi yang lebih tahu Ki Wan. Khan dekat rumahnya, bisa riyadoh disana.

Ki Wan : Haha.. iya-iyaa.. mana ini kang Adi?
Energi proteksinya lumayan kuat, nampak sekilas Tumbak tadi sebelum Ki Febri komentar.
Hanya liat sekilas saja. Seperti ada penunggunya mondar-mandir disekitar.

Kang Adi : belum mencoba serius. Baru iseng-iseng saya kirim Al Fatekah setiap badha sholat 7 hari mimpi ditegur. Katanya saya tidak pernah membersihkan tempatnya. 😀
Akhirnya hari Jumat saya datang, terus baca tahlil, dan bersih-bersih. Nggak lagi saya lanjutkan..

Ki Wan : Makam siapa Kang Adi?

Kang Adi : Makam Syech Hasan Anwar. tapi sebenarnya terjadi kontroversi apakah ini makam beneran? wali atau bukan wali? pengurus makam berkali-kali sowan ke Habib Lutfi (Pekalongan) belum ada jawaban.

Konon ceritanya tempat ini belum lama ditemukan. Kurang lebih 20 tahun lalu, sampai hari ini ada 2 kubu antara makam asli atau petilasan.
Sewaktu saya kirim bacaan Al-Fatekah, yang menemui seorang wanita.

Dulu ini sawah dan sering kejadian aneh. Singkat cerita ada orang pintar (paranormal) katanya ini makam wali. Tapi ada juga yang mengatakan bukan makam wali, bahkan ada yang pernah mengencingi juga. 😀🙏

Ki Wan : Hehehe, ditemukannya bagaimana ceritanya kang? Maksudnya anehnya bagaimana?

Kang Adi : Sawah yang sudah diratakan tiba-tiba meninggi sendiri (khusus tempat itu) dan itu terjadi berkali-kali.

Ki Wan : Bagaimana Kang Bambang? Jangan ngintip saja 😜 Test Asma Sirr dan Aji Pramana Jati.

Kang Bambang : Saya nyimak saja Ki Wan, baru sampai rumah ini. 😀☕
Nah itu kesempatan buat kang Adi untuk mencoba 😀

Ki Febri : Kok bisa tahu makam Syekh Hasan Anwar kang?

Kang Adi : Ada orang pintar (paranormal) yang kebetulan singgah dan menceritakan bla-bla-bla

Ki Febri : Insya Allah sepakat, salah satu Khadam Syech memang Jin wanita. Beliau tidak marah, walaupun pernah ada yang kencing disitu. (terharu saya..) Intensitas cahayanya tergolong menengah.

Kang Adi : Saya cuma iseng-iseng, istilahnya uluk salam, pas waktu ingin minta pusaka itu, koq bisa nemui (Khodamnya) ya?? Akhirnya saya dapat pusakanya lewat lelang iseng-iseng ikut eh… malah saya dapat. 😀

Ki Wan : Benarkah itu Syech Hasan??

Ki Febri : Wallahu a’lam. Mungkin nanti Ki Guru berkenan memberikan pencerahan.

Ki Guru Umar : Salam.
Menurut saya, makam yang tidak bernama lebih baik memang jangan dicari-cari namanya. Seringkali sang Wali semasa hidupnya memang ingin sembunyi dari manusia (menyembunyikan derajat kewaliannya), begitupula ketika wafat. Tidak ingin makamnya dikultuskan oleh masyarakat.

Kekeramatan suatu makam (kuburan) bisa karena karomah sang WaliAllah yang disemayamkan disitu, tapi bisa pula tipudaya Jin. Untuk membedakannya perlu pandangan batin yang jernih. Dalam budaya kita, seringkali masyarakat meminta tolong kepada para Kyai atau Habaib untuk dimintai pendapat (pandangan). Sebab ada kaidah yang mengatakan : “Hanya Wali yang dapat mengenali para Wali lainnya”

Sahl Ibn ‘Abdullah at-Tustari pernah ditanya oleh muridnya, tentang bagaimana cara mengenal Waliyullah, beliau menjawab: “Allah tidak akan memperkenalkan mereka kecuali kepada orang-orang yang serupa dengan mereka, atau kepada orang yang bakal mendapat manfaat dari mereka”

“Ya Rasulullah siapa wali-wali Allah?”
Maka beliau bersabda: “Wali Allah adalah orang-orang yang jika dilihat dapat mengingatkanmu kepada Allah.” Dalam pandangan masyarakat awam, ciri-ciri seperti itu ada dalam sosok para Kyai yang alim atau Habaib, yang wajahnya teduh dan menentramkan hati bila dipandang.

Mengapa masyarakat Jawa (khususnya) suka sekali melestarikan peninggalan (petilasan) atau makam para Wali?

Sebab diyakini jasad para Waliyullah tetap utuh dan berada dalam naungan Allah. Maka masyarakat Jawa mengambil barokah darinya untuk keselamatan penduduk desa setempat (dimana makam WaliAllah itu berada). Sebab kanjeng Nabi Muhammad Saw pernah bersabda: “Jika Allah hendak menyiksa penduduk bumi, kemudian DIA melihat mereka (Waliyullah), maka Allah akan menjauhkan siksaNya”

Dalam hadits Qudsi, Allah berfirman yang artinya: “Para Wali-Ku itu ada dibawah naungan-Ku, tiada yang mengenal mereka dan mendekat kepada seorang wali, kecuali jika Allah memberikan Taufiq HidayahNya”

Semoga Allah memberikan taufiq & hidayahNYA kepada kita semua agar dapat mengenali, mendekati, mencintai para wali-waliNYA. Aamiin.

@Admin grup Rasa Sejati. Juli, 2018


Responses

  1. Kok pertaanyaan saya yang dulu it u g dijawab ki …..?

    • Salam persaudaraan, mohon maaf… Ki guru jarang online biasanya ketika dalam masa riyadoh,
      Mungkin pertanyaan anda bisa dicari jawabannya di kolom komentar diskusi jika bersifat umum, tapi jika bersifat khusus pribadi mohon bersabar. Bisa menghubungi beliau lewat email rasa sejati,
      Untuk lebih anda ketahui, mohon maaf sebelumnya beliau adalah orang yg penyabar bukan bermaksud membandingkan. Ketika saya tanya jawab dgn seorang spiritualis lain di luar rasa sejati ini… Baru beberapa pertanyaan saya langsung diblokir, seorang yg waskita dan pengayom sesungguhnya sungguh membuat dingin damai dan tentram ketika kita dekat dan berhubungan dengannya.
      Semoga jawaban ini menjauhkan prasangka dan sedikit mendapatkan gambaran diri pribadi beliau, dalam setiap pertanyaan pembaca dan murid pun beliau berhati hati dalam menjawab. Nuwun

  2. bukan gak dijawab, kan gak tau sibuk atau tidak, dan onilne atau offline

  3. Salam salim Ki guru… semoga selalu sehat dalam barokah Rohmat nikmatNya al fatehah..

    • Begitujuga untuk panjenengan sekeluarga Ki Wan.
      Aamiin ya rabbal alamin


Silahkan Bertanya & Berdiskusi dengan Sopan :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: