Kajian Rahasia Hari

KAJIAN RAHASIA HARI

(Bagian 1)

Kajian kali ini akan membahas tentang rahasia hari. Tentu saja kajian ini yang akan dibahas adalah yang berkaitan dengan bidang yang kita geluti yaitu ilmu hikmah. Bukan dikaji secara mendetail dari sisi ilmiah (sains). Walaupun tetap memakai dasar ilmu alam (sains).

Dengan mempelajari “Kajian Rahasia Hari” kita akan mengetahui rahasia-rahasia dibalik pemakaian hari dalam sebuah ritual amalan ilmu hikmah. Khususnya Aji mantra Jawa, sebab latar belakang pengetahuan saya adalah mistik budaya Jawa. Bahkan dengan dasar kajian ini bisa sampai digunakan untuk mengenali watak seseorang berdasarkan hari kelahirannya.

Mungkin pernah terbesit rasa ingin tahu dalam benak anda: mengapa amalan ilmu A dimulai hari Senin, Amalan ilmu B diawali hari Selasa dan lain sebagainya.

Penentuan hari dalam suatu ritual atau amalan ilmu memiliki dasar alasan. Para leluhur dan pinisepuh ilmu kebatinan tidaklah sembarangan dalam memberi tuntunan ilmu. Walaupun terkadang sulit diterima nalar, tetapi setidaknya selalu memiliki dasar alasan.

Seperti yang pernah saya katakan dalam artikel “Rahasia di balik Rahasia”. Bahwa: Tak semua Guru paham, tak semua murid mengerti, tak semua pengamal ilmu tahu. Hanya mereka yang senantiasa mengikuti petunjuk Maha Guru, memurnikan tuntunan ilmunya tanpa dicampuri angan dan keinginan (merubah-ubah) yang akan mengerti Rahasia dibalik tuntunan ilmu. Diantaranya adalah “Rahasia Hari”

Pergerakan Alam

Dalam pandangan ahli ilmu hikmah setiap fenomena alam memiliki rahasia dan akan mencerminkan watak (karakter) tersendiri. Termasuk fenomena perubahan “hari” dalam sistem penanggalan. Mengapa bisa demikian? Dikarenakan gerakan bumi tidak pernah berhenti, maka setiap detik posisinya berubah. Untuk kembali pada posisi yang sama, membutuhkan siklus waktu tertentu. Sirklus jam, sirklus hari, bulan, tahun, pasaran (Legi, Pon dsb), Wuku dan lain sebagainya. Pada intinya setiap siklus berhubungan dengan posisi orbit bumi.

Dengan latar belakang tersebut, maka kelahiran manusia dan kejadian di alam semesta ini (misalnya musim) dengan sendirinya akan menempati salah satu siklus diantara siklus-siklus yang ada. Misalnya manusia yang dilahirkan pada hari Senin, akan masuk ke dalam siklus Senin yang telah dihuni oleh banyak orang sebelumnya, yang lahir pada hari yang sama. Oleh karena itu secara umum mereka menjadi satu wadah yang bernama siklus. Maka berdasarkan ‘Ilmu Titen’ atau ilmu hasil dari mengenali / mengamati dan terus berlangsung turun-temurun, watak seseorang atau pergerakan alam secara garis besar dapat dikenali bahkan diprediksi.

Sirklus Jam

Hari dalam bahasa Jawa disebut “dina” (dino). Sebagaimana telah kita ketahui bahwa satu hari adalah sebuah unit waktu yang diperlukan bumi untuk berotasi (berputar) pada porosnya sendiri. Unit waktu ini bisa berupa detik, menit ataupun jam. Jaman sekarang 1 hari = 24 jam, atau jika dihitung dalam menit, 1 hari = 1440 menit. Jika dihitung dalam detik, 1 hari = 86400 detik.

Jadi Bumi membutuhkan waktu 24 jam untuk sekali berputar pada porosnya. Akibat rotasi ini terjadilah fenomena siang dan malam. Dimana bagian sisi bumi yang menghadap Matahari mengalami masa Siang (terang), sedangkan bagian sisi bumi yang membelakangi Matahari mengalami masa Malam (gelap).

Jutaan tahun yang lalu 1 hari tidak berlangsung lama seperti sekarang ini (24 jam) mungkin hanya 18 jam saja. Penyebabnya karena Rotasi bumi ketika itu berlangsung lebih cepat. Sebab jarak Bulan (Moon) dengan Bumi lebih dekat daripada jarak sekarang. Begitu pula sebaliknya, dimasa yang akan datang (jutaan tahun lagi) 1 hari bisa berlangsung semakin lama, hingga 30 jam. Sebab jarak Bumi dan Bulan semakin menjauh, akibatnya bumi berrotasi lebih lambat. Setiap fenomena alam yang terjadi akan membawa dampak pengaruh bagi penghuni alam khususnya manusia.

Sirklus Tujuh Hari = seminggu

Mencari tahu asal muasal “1 minggu = 7 hari” tidaklah mudah. Cukup sulit mencari kebenaran teori dibalik penentuan “1 minggu = 7 hari”. Banyak teori yang berbeda-beda bahkan saling berseberangan. Ada yang berdasar ajaran agama (kitab suci), Mitos Dewa-dewa penguasa 7 planet, praktek perhitungan geometri primitif dan lain sebagainya.

Tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua bangsa meyakini “1 minggu” terdiri dari 7 hari. Misalnya, orang Mesir kuno memakai hitungan 1 minggu = 10 hari. Kalender Maya memakai 13 dan 20 hari dalam seminggu. Orang Lithuania memakai 9 hari dalam seminggu, dan lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan siklus hari dalam budaya Jawa?

Sirklus Hari dalam penanggalan Jawa.

Sedangkan dalam budaya Jawa, sistem sirklus hari ada bermacam-macam. Sebenarnya jaman dahulu orang Jawa kuno mengenal 10 jenis minggu. Dari seminggu yang jumlahnya hanya satu hari, hingga Seminggu yang jumlah harinya terdapat 10 hari. Nama macam-macam minggu tersebut adalah Ekawara, Dwiwara, Triwara, Caturwara, Pancawara, Sadwara, Saptawara, Hastawara, Nawawara dan Dasawara.

Untuk lebih jelasnya perhatikan perumusan tata penanggalan Jawa sebagai berikut :

  • Perhitungan hari dengan siklus 5 harian disebut sebagai Pancawara – Pasaran. (Artinya dalam 1 minggu (Pancawara) hanya ada 5 hari)
  • Perhitungan hari dengan siklus 6 harian disebut Sadwara – Paringkelan.
  • Perhitungan hari dengan siklus 7 harian disebut Saptawara – Padinan.
  • Perhitungan hari dengan siklus 8 harian disebut Hastawara – Padewan
  • Perhitungan hari dengan siklus 9 harian disebut Sangawara – Padangon
  • Perhitungan hari dengan siklus mingguan (7 hari) terdiri 30 minggu disebut Wuku.

Namun jaman sekarang yang biasa dipakai hanya 2 jenis minggu saja, yaitu Pancawara (pasaran) dan Saptawara (Padinan). Misalnya Senin Legi, Selasa Pahing dan seterusnya. Perubahan penanggalan Jawa ini terjadi masa pemerintahan Sultan Agung Prabu Hanyakrakusumo di Kerajaan Mataram Islam Jawa Tengah. Saptawara dipakai karena dinilai universal (sirklus 7 hari). Sedangkan Pancawara tetap dipakai karena melambangkan jati diri manusia Jawa yang berbudaya.

Dalam kajian kali ini kita hanya akan membahas Perhitungan hari dengan siklus 7 hari. Atau dalam bahasa Jawa disebut Saptawara (Padinan) dan Sirklus 5 hari (Pancawara).

Dalam kitab Primbon, dijelaskan orang Jawa percaya bahwa hitungan 7 hari dalam seminggu bermula ketika Tuhan menciptakan alam semesta ini dalam 7 tahap. Dimana tahap pertama diawali hari Ahad (Minggu).

  • Pertama, Ketika Tuhan memiliki kehendak ingin menciptakan dunia. Kehendak Tuhan ini lalu disimbolkan dengan MATAHARI yang bersinar sebagai sumber kehidupan.
  • Kedua, ketika Tuhan menurunkan kekuatanNYA untuk menciptakan dunia. Kekuatan Tuhan itu lalu disimbolkan dengan BULAN yang bercahaya tanpa menyilaukan.
  • Ketiga, Ketika kekuatan Tuhan tadi mulai menyebarkan percik-percik sinar Tuhan. Percik sinar Tuhan itu lalu disimbolkan dengan API yang berpijar.
  • Keempat, Ketika Tuhan menciptakan dimensi ruang untuk wadah alam semesta. Dimensi ruang itu lalu disimbolkan dengan BUMI menjadi tempat makhluk hidup.
  • Kelima, Ketika tuhan menciptakan panas yang menyalakan kehidupan. Panas yang menyala itu lalu disimbongkan dengan ANGIN yang bergerak dan petir yang menyambar.
  • Keenam, Ketika tuhan menciptakan air yang dingin. Air yang dingin itu lalu disimbolkan dengan BINTANG yang mirip titik-titik air yang menyejukan.
  • Ketujuh, Ketika Tuhan menciptakan unsur materi kasar sebagai dasar pembentuk kehidupan. Materi kasar itu lalu disimbolkan dengan AIR sebagai sumber kehidupan.

Perlu dipahami bahwa penyebutan elemen (anasir) ini hanyalah sebagai simbol. Bukan merupakan urutan kejadian alam semesta itu sendiri. Simbol inilah yang nantinya digunakan dalam mengenali watak (karakter) hari.

Arti Nama Hari

Dalam penyebutan nama-nama hari disetiap bangsa juga memiliki perbedaan. Dan tentu saja memiliki makna dan alasan tersendiri. Sedangkan nama hari dalam penanggalan Jawa sejak masa pemerintahan Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma di Kerajaan Mataram Islam memakai istilah Arab yang sudah dilafalkan dalam lidah Jawa. Sebelumnya nama hari masih memakai istilah Jawa kuno yaitu :

Nama Hari Siklus 7 hari, Saptawara = Padinan:

  • Radite = Akad
  • Soma = Senen
  • Anggara = Slasa
  • Budha= Rebo
  • Respati = Kemis
  • Sukra = Jemuwah
  • Tumpak/Saniscara = Setu

Asal kata dan Arti nama Hari (Padinan)

  • Akad (minggu), berasal dari kata Arab “ahad”, yang berarti hari pertama.
  • Senen (Senin), berasal dari kata Arab “istnain”, yang berarti hari kedua.
  • Slasa (Selasa), berasal dari kata Arab “tsalatsah”, yang berarti hari ketiga.
  • Rebo (Rabu), berasal dari kata Arab “arba’ah”, yang berarti hari keempat.
  • Kemis (Kamis), berasal dari kata Arab “khamsah”, yang berarti hari kelima,
  • Jemuwah (Jum’at), berasal dari kata Arab “jumu’ah”, yang berarti hari untuk berkumpul,
  • Setu (Sabtu), berasal dari kata Arab “sab’ah” (sabat), yang berarti hari ketujuh.

Jelas bahwa nama-nama hari yang sampai sekarang digunakan itu (Senin, Selasa dst) merupakan perpaduan peradaban Islam dan kebudayaan Jawa. Dipakai sejak pergantian Kalender Jawa asli (Tahun SAKA) menjadi kalender Jawa Sultan Agung (Anno Javanico – Tahun AJ). Pergantian kalender itu mulai 1 Sura, tahun Alip 1555. Yang jatuh pada tanggal 1 Muharam 1042. Atau bertepatan dengan kalender Masehi 8 Juli 1633. Angka tahun AJ itu meneruskan angka tahun Saka yang waktu itu sampai tahun 1554, sejak itu tahun Saka tidak dipakai lagi di Jawa, tetapi hingga kini masih digunakan di Bali.

Tahun Jawa dan tahun Islam (hijriyah) adalah penanggalan Qomariyah atau sistem Lunar (bulan) yang mengikuti peredaran bulan kepada bumi. Maka perhitungan hari pun dimulai pada senja hari, saat awal munculnya rembulan malam atau saat Maghrib.

Sedangkan tahun Masehi dan tahun Saka Hindu adalah penanggalan Syamsiyah atau sistem solar (Matahari) yang mengikuti peredaran bumi terhadap Matahari. Pergantian hari dalam penanggalan Masehi yang dimulai pada pukul 12 malam.

Untuk diketahui, dalam amalan ilmu-ilmu Rasa Sejati ini juga memakai penanggalan Jawa & Islam yaitu memakai sistem Lunar (bulan), perhitungan hari dimulai saat Maghrib.

—***—

Ki UmarJogja
rasasejati.wordpress.com

Responses

  1. Asslm…
    mantapppss! jadi tdk sabar menunggu kelanjutannya Ki. jadi tambah ilmu nih… mkasih. Wass.

  2. Monggo ki dilanjut..

  3. nderek nyimak Ki.

  4. Baguz bgt ki. .
    Smoga d kasih nikmat kesehatan n waktu luang yg byk agar bs melanjutkan . .amien

  5. Semoga Ki Umar jogja beserta Saudara2 d jogja dan seluruh tanah air baik2 sj.

    alfatiha sent..

    • Amiin ya rabbal alamin..

      Nuwun,

  6. salam pamuji rahayu ki umar…

    artikel bagus ki,,, saya salut sama ki umar,,,
    nguri-uri kabudayan jawa,,, apalagi kejawen,,, jadi kangen eyang yang dulu sering mengajarkan kejawen, tapi dulu saya ndak dong, dan sekarang lupa ki,, hee,,,, (^_^)v
    mohon maafkan saya yang bodoh ini,,, (T.T)

    dan sejujurnya banyak pemahaman yang saya dapat dari blog ini,,, terimakasih kepada ki umar yang selalu menyediakan waktu untuk segala pemahamannya ki,,, dan mohon ijin untuk selalu menyimak blog ini ki, serta mohon doa semoga semesta alam kembali membaik tentram dan nyaman hingga yogyakarta pun kembali berhati nyaman… tidak status awas lagi,,,
    mugi barokah tansah pun paringaken dateng ki umar,,,

    mator nuwon ki,,, salam hormat…

  7. Assalamualaikum,
    Trima kasih untuk info pengetahuannya.
    Salam kenal ya ki….
    Wassalam.

    • Wa alaikum salam wrwb

      Salam kenal kembali. Semoga bermanfaat,

      Nuwun,

  8. Assalamuallaikum wr. wb.

    Salam sejahtera utk Ki UmarJogja, dan seluruh paguyuban rasa sejati. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Ki UmarJogja yang telah menerima saya utk belajar tentang ilmu dan budaya jawa. Sebenarnya tujuan saya adalah untuk menyatukan dan merukunkan kembali rumah tangga saya dengan bantuan sepiritual. mohon petunjuk dari Ki Umar, tahap-tahap apa yang harus saya pelajari dan dalami? Sampai saat ini saya hanya melakukan pendekatan dengan isteri dan keluarganya. Mohon ijinkan saya utk mempelajari ilmu dr Ki Umar. Terima kasih.

    Nuwun

    • Wa alaikum salam wrwb

      Dalam masalah seperti ini, saya banyak membaca Sholawat Nabi. Melalui ritual Sholawat An Nurid, dengan sarana puasa 7 hari (seperti Ramadhan). Monggo, bila berkenan untuk mengamalkannya. Semoga permasalahan rumah tangga anda lekas selesai.

      Nuwun,

  9. Ijin nyimak ki

  10. asslamualaikum wr.wb
    salam sejahterah kepada ki umar jogja saya tertarik sekali. sudah menjabarkan tentang hari. kalau beloh saya tahu bagaimana cara menghitung hari lahir ki, kan ada satu hari yg paling bagus lagi dalam penagalannya ? itu yg saya mau tau karena ada satu hari yg utk puasa melek bukan saja hari lahir saja ? mohon pejelasan dan balas ki jogja . sebelumnya saya minta maaf klu ada yg salah kata2x atau pengetikannya ki terima kasih. atas bantuannya .

  11. assalamu alaikum wr.wb …ki mohon kiranya izin mengamalkan yang ada di blog ini menurut kemampuan saya , karena saya sudah lama mencari suatu amalan yang mendekatkan diri kepada Allah dan bisa membahagiakan sesama dan ternyata ketemu jodoh di blog ini

  12. izin amalkan yang ada di blog ini ki

    izin amalkan ki yang ada di blog ini

  13. Assalamu ‘alaikum wrwb.

    mohon bantuan dan bimbingan nya guru.

    saya bermakud ingin melakukan puasa weton, tp hati saya masih ragu.
    menurut ibu saya, saya lahir jum’at pahing pada jam 7 malam, sdngkn menurut perhitungan jawa/lunar bulan, pergantian hari dimulai setelah matahari terbenam, berarti hari kelahiran saya sudah memasuki hari sabtu pon menurut perhitungan jawa.
    tgl lahir 21.01.1983
    menurut guru weton saya yg sebenar nya apa?

    mohon bantuan dan bimbingan nya agar saya lebih mantap dlm berikhtiar dan riyadhoh.

    teriring do’a untuk kesehatan dan kesuksesan guru sekeluarga.

    Wassalamu ‘alaikum wrwb.

    • Ikuti apa yang selama ini diyakini ibunda anda (Sabtu Pon), sebab beliau sudah membangun pondasi spiritual sejak anda lahir. Misalnya dengan syukuran, ritual weton, atau acara-acara sejenis yang biasa dilakukan oleh ibu-leluhur sejak dulu. Anda yang kini sudah dewasa tinggal meneruskan saja, salah satunya dengan menjalankan puasa weton.

      Nuwun

  14. Ki Umar, saya ingin tahu bagaimana dahulu sultan Agung menkonversikan sistem 5 hari dalam seminggu (legi, pon, dll) ke dalam hari 7 dalam seminggu (akad, senin, sloso, dst.) ? terima kasih sebelumnya.

    • Tidak ada pengkonversian, tapi perhitungan hari dipakai secara bersamanaan.

      • mohon doa dan restu Ki untuk mengamalkan sebagian ilmu yang Ki umar wedarkan,.saya sedang terhimpit hutang yang cukup banyak menurut ukuran keluarga saya Ki, smoga dengan mengamalkan ilmu yang Ki Umar wedarkan cepat wedar pula kesusahan saya amin………..sungkem dan hormat kami sekeluarga.

  15. ada yang ingin saya tanyakan mengenai sistem pengaturan waktu pergantian hari menurut hijriah.
    seperti yang kita ketahui bersama bahwa pengaturan waktu pergantian hari menurut GMT adalah jam 00.00. yang artinya kalau ditanya “kapan pertengahan hari menurut GMT” jawabannya adalah jam 12.00 (siang), dan hal tersebut sangat sesuai dengan posisi matahari yang pada jam tersebut secara visual tepat berada di tengah-atas.

    kemudian, jika menurut pengaturan hijriah mengenai pergantian hari adalah sekitar jam 18.00, maka pertengahan harinya adalah sekitar jam 06.00(pagi), yang pada saat itu posisi matahari secara visual berada di ufuk barat atau sebelah kiri (jika kita menghadap ke arah utara).

    pertanyaannya, pertengahan hari yang tepat menurut ilmiah itu ketika matahari berada di tengah-atas atau di sebelah kiri (jika kita menghadap ke arah utara)?

    mohon pencerahannya!
    wassalam!

    • Salam,

      Jika dicari jawaban secara ilmiah bukankah seharusnya dihitung panjang siang lalu dibagi dua. Waktu terbit matahari hingga terbenam matahari dapat diketahui jam-nya. Kalau dalam ilmu hikmah ada ilmu Falak khusus yang membagi 24 jam 2 yaitu jam siang dan jam malam lalu masing-masing dibagi menjadi 12 bagian (sa’at) Zuhal, Mustary, Mariks, Syam, Zuhra, Athroriq, Qomar.

  16. Salut saya sama ki Umar Jogja, pengetahuannya pantas diandalkan….

  17. Ass.wr.wb
    Alhamdulillah setelah membaca tulisan di blog ini sy mendapat ilmu lagi tentang weton, terima kasih ki umar sy orang jawa yg lahir di sulawesi selatan jadi sedikit tau apa itu weton. Sy minta izin sama ki umar untuk mengamalkan amalan2 di blog ini.. Semoga ki umar dan keluarga selalu dalam lindungan Allah swt.. Amin

  18. Ass.wr.wb ki.umar
    ki.klo menurut ibu saya saya lahir malam jum’at tp pasarannya saya nggak ngerti mohon terawangannya ki. klo untuk penanggalan syamsiahnya 03-09-67 atas bantuannya saya ucapkan byk terimakasih

  19. Ass.wr.wb ki.umar
    saya suardi, begini ki saya ada masalah mengenai weton dan kelahiran, di karna kan kesibukan ekonomi orang tua saya lupa akan tanggal lahir saya, akhirnya karna di butuhkan untuk keperluan sekolah maka minta tolong pada seorang maaf nasrani , maka oleh beliau dilihat dengan injil, setelah itu orang tua saya di beritahu kalau kelahiran saya katanya rebo legi, tanggal 12 desember 1979, nah sekarang ini saya ingin mengamalkan puasa weton, saya ingin minta saran dari ki umar apa yang harus saya lakukan , untuk tau kebenaran weton saya. agar saya dapat puasa di hari weton. terimakasih atas perhatiannya , semoga kiumar sekeluarga snantiasa dalam lindungan Allah dan mendapat keberkahan slalu

    • Bila ragu atau tidak mengetahui hari kelahiran, anda dapat menjalankan puasa weton setiap hari Selasa Kliwon selama 3 hari berturut-turut (Selasa Kliwon sd Kamis pahing) pada tiap bulannya. Demikian caranya.

      • nembah nuwun ki, semoga ki umar sekluarga sehat selalu

  20. KI GURU EMANG OKE.HEBAT PENGETAHUANXA…MAAF JIKA SAYA TDK SOPAN

  21. KI GURU bisa tolongin saya tidak.? menurut ki UMAR TGL 11881 SAMA TGL 191283 ITU COCOK NDA ?

  22. ki saya MAU tanya ??saya ingin memulai puasa pada hari jum’at ini ki ?gimana hukumnya ki ??terima kasih penjelasanya ki ?

    nuhun ki …
    sebelumnya minta maff ki kalau ada tutur kata saya yang kurang sopan kie !!

    • Salam kenal mas sigit,
      Sy hanya meneruskan apa yg pernah guru sampaikan di artikel lain,
      skalian tuk sharing dng mas sigit,
      bahwa di haramkan tuk kaum muslim puasa di hari jumat kcuali ada puasa yg mengiringi sebelumnya, contoh puasa dr hari senin sampai minggu. smoga mas sigit bs mengerti, mohon maaf klo ada kata2 sy yg kurang berkenan.
      Sent AlFatehah tuk guru Umar,
      Wassalamaualaikum

  23. saya ingi bertanya ki,,saya dan pasangan saya akan menikah tp terganjal oleh perhitungan weton yg ktanya tidak baik,,weton saya jumat legi sedang pasangan saya mggu wage
    bagaimana menurut anda ki,saya sangat membutuhkan saran dari anda karena saya sudah sangat cocok dengan pasangan saya
    dan cara apa saja untuk mengatasi hal tersebut
    mohon bantuanya ki,,terima kasih sebelumnya

  24. ki umar yg terhormat, sy mau tanya, nabi MUHAMMAD SAW, melakukan puasa senin kamis karena beliau lahir pd hari senin dan istrinya pd hari kamis, pertanyaanya adalah apakah kita harus spt nabi atau kita harus puasa menurut hari kelahiran kita sendiri, trima kasih

    • Salam

      Puasa Senin-Kamis adalah ajaran agama (sunah Nabi), tetap diamalkan sebagaimana mestinya. Sedangkan puasa weton merupakan ajaran budaya, sebentuk amaliyah yang baik dalam mensikapi hari kelahiran, daripada dirayakan dengan hura-hura bukankah lebih baik bila diisi dengan amalan muhasabah dan puasa? Dan itu tidak dilarang sebab kitapun beritiba’ kepada Nabi saw.

  25. Assalamu’Alaikum Wr.Wb.

    Ki guru.sya kan kta ortua sya tgl kelahirannya 9-2-1984 hri rabu.tapi ko gap pas ya harinya.tp klo thn 1983 pas hari rabu.weton kamis pahing.itu gmana ki.tgl thn ama hri lahir sya yg gk pas?

    trimaksh.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    • Dalam hal ini Tanggal tidak perlu dipermasalahkan yang lebih penting adalah anda sudah tahu hari kelahirannya (weton). Sebab weton inilah yang nanti digunakan untuk momen muhasabah & puasa.

  26. Assalamua alaikum wr wb
    salam pamuji rahayu kagem guru
    semuga kesehatan dan rahmat selalu terlimpahkan
    kepada guru dan sekeluarga amien….

    al fatehah kagem guru sent……

    Dalam hal rahasia hari ada yg ingin sya tanyakan guru

    1.di dalam fenomina masyarakat khususnya jawa,terkadang kalau ada yang menjalin hubungan antara anak pertama dan ketiga,ke jenjang pernikahan…
    maka akan banyak masalah saat nanti sudah berkeluarga,dan pasti akan ada anggota keluarga yg akan meninggal setelah ijab….

    Mnurut guru,bgaimana cara menyikapi hal semacam itu?

    apakah cukup sebgai mawas diri,krna semua hal dalam hidup
    hanya tuhan yg berhak atas semuanya
    dan kita harus percaya dan pasrah total kpadanya
    melaui doa dan semua ihtiar yg sdah kita lakukan

    mohon wejanganya guru…..

    nuwun guru……

  27. ki umar yang terhormat sebelumnya saya minta maaf karena saya menanyakan tentang pertanyaan saya tempo hari yang bermasalah dengan weton,,menurut ki umar bagaimana ya karna saya sangat membutuhkan jawabanya,,terima kasih sebelumnya kepada ki umar

  28. Ass…
    Ki saya msh lom begitu ngerti weton, trs cara ngitung hr lahir gmn ???
    Saya lahir hr minggu tgl 6-8-1983.
    Kira2 saya hrs hr apa mulai puasa’y ??

    Matur nuhun..

  29. Ass.wr.wb
    Ki Umar,sy lahir 20-11-1976,kt org2 saya trmasuk satrio wirang.maksudny apa ya Ki? sy coba artikan kata itu,:spt jagoan tapi kalahan.Ada amalan yg khusus kah,Ki??maturnuwun,Ki sblumnya.wss.wr.wb

  30. Terima kash, atas berbagi ilmu’y.. Semoga ki umar selalu di beri kesetan.


Silahkan Bertanya & Berdiskusi dengan Sopan :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: