AJI KALACAKRA

KAJIAN MANTRA KALACAKRA
Dikutip dari diskusi grup WA Pewaris 27 April 2020

“Yamaraja – Jaramaya,   Yamarani – Niramaya,    Yasilapa – Palasiya,   Yamiroda – Daromiya,
Yamidosa – Sadomiya,  Yadayuda – Dayudaya,  Yasiyaca – Cayasiya,  Yasihama – Mahasiya”

Dulu awal² setelah saya dirikan Sanggar Maya RasaSejati pernah mengijazahkan Mantra Kalacakra. Saya mendapatkan mantra ini saat masih remaja, ikut belajar silat di padepokan Pencak Silat & Olah Pernafasan Tenaga Dalam. Mantra ini di kitab primbon Jawa disebut juga Sastra Pinedati. Sering dibaca saat acara Ritual Ruwatan. Guna mengusir makhluk halus. Sebab konon katanya Mantra Kalacakra ini ampuh untuk menaklukkan setan Jin.

Karena keampuhannya itu, lalu orang banyak yang berkeinginan untuk mengamalkannya (termasuk saya) 😅 Walaupun saat itu saya tidak paham artinya. Sebab tidak seperti Mantra-Aji pada umumnya, Mantra Kalacakra ini bukan berbahasa Jawa. Namun para Guru memberikan pemahaman akan makna dari mantra Kalacakra tersebut.

Yamaraja – Jaramaya    :  siapa yang menyerang berbalik menjadi berbelas kasihan.
Yamarani – Niramaya    :  siapa yang datang dengan niat buruk akan berbalik dan menjauhi.
Yasilapa – Palasiya       :  siapa yang membuat kelaparan berbalik memberi makan.
Yamiroda – Daromiya    :  siapa yang memaksa berbalik memberi kebebasan dan keleluasaan.
Yamidosa – Sadomiya   :  siapa yang berbuat dosa berbalik berbuat kebajikan.
Yadayuda – Dayudaya   :  siapa yang memerangi berbalik membawa damai.
Yasiyaca – Cayasiya     :  siapa yang menyengsarakan berbalik membawa kesejahteraan.
Yasihama – Mahasiya    :  siapa yang berbuat merusak berbalik sayang dan memelihara.

Setelah mendirikan Sanggar Maya RasaSejati saya sempat mengijazahkan amalan ini kepada Pewaris generasi awal (2009). Dan tidak lagi saya ijazahkan setelah tahun 2012, karena kontroversial. Ceritanya sebagai berikut.

Di Sanggar Maya RasaSejati ini saya mendapatkan banyak kenalan dari para pemerhati spiritual dan budaya supranatural. Berawal dari diskusi dan tanya jawab akhirnya tertuak sebuah pengetahuan baru akan Mantra Kalacakra ini. Ada seorang siswa Sanggar Maya Rasa Sejati yang beragama Hindu, merasa janggal dengan mantra Kalacakra ini, sebab berbeda dengan Mantra Kalacakra yang asli (menurut ajaran agama mereka). Dia memberitahukan bahwa lafadz Mantra Kalacakra itu bukan seperti itu. Menurut mereka, bunyi Mantra Kalacakra itu hanya berisi 7 aksara saja. Lho koq bisa ??

Mantra Kalacakra yang asli itu berbunyi : Ham, Kha, Ma, La, Va, Ra, Ya

Atau ada juga yang membunyikannya: Ha, Ka, Ma, La, Wa, La, Ya

Dan dalam tradisi doa Hindu diawali dengan mengucap: “Om” dan diakhiri “Svaha” atau “Soha

Sedangkan Aji Kalacakra yang berbunyi “Yamaraja – Jaramaya. Yamarani – Niramaya.. dan seterusnya itu, menurut para pakar adalah bahasa TIBET. Tapi meski demikian lafadz Mantra ini masih saja sukar untuk diartikan atau diterjemahkan. Sebab ada aksara yang janggal atau tidak sesuai dengan bahasa TIBET. Lalu ada yang mengatakan bahwa orang Jawa hanya menggunakan otak-atik gathuk (ilmu cocok-cocokan). Atau mendistrosi mantra aslinya. Ini masih perlu diteliti lagi.

Di Primbon Jawa sendiri memang mantra ini disebut Sastra Pinedati. Yang konon tertulis di telak dan di dada Bethara Kala. Maksud diadakannya Ritual Ruwatan dalam tradisi Jawa jaman dulu adalah untuk menyelamatkan orang yang terkena sengkolo atau disebut sebagai Sukerta dari ancaman Betara Kala. Kemudian dibacalah Mantra ini. Kemungkinan, masyarakat kemudian menyebut mantra ini menjadi Mantra Kalacakra sebab ada persamaan kata “Kala” (Betara Kala dan Kalacakra). Penyebutan Sastra Pinedati menjadi Mantra Kalacakra inilah yang menjadi persoalan (kontroversial).

Jika kita searching di Google, maka akan kita temui semakin banyak lagi aneka cerita yang berhubungan dengan Mantra Kalacakra ini. Misalnya dikaitkan dengan Syech Subakir, Sunan Kalijaga atau tokoh lainnya. Yang tidak ada kaitannya. Sehingga membuat Mantra Kalacakra makin “buram”.

Silahkan Bertanya & Berdiskusi dengan Sopan :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: