ASMA WAHIDUL QOHAR
Pangeran Diponegoro dikenal dalam cerita rakyat dan sejarah memiliki kisah karomah atau kesaktian, di mana beliau dianggap kebal terhadap peluru dan senjata api. Salah satu peristiwa terkenal terjadi pada 15 Oktober 1826 dalam pertempuran di Gawok, di mana Pangeran Diponegoro dikabarkan sempat tertembak sebanyak dua kali oleh pasukan Belanda, namun tidak ada bekas luka sedikit pun di tubuhnya. Kisah kekebalan ini menjadi bagian dari mitos dan semangat perjuangan rakyat saat Perang Jawa (1825–1830).
Hingga kini Ilmu Kebal Peluru masih lestari dikalangan praktisi ilmu hikmah & kesaktian. Saya pribadi punya pengalaman pribadi, pada saat masih remaja, gandrung dengan ilmu-ilmu kanuragan, kesana-kemari mencari Guru yang mau mewariskan ilmunya. Salah satunya saya temukan di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Beliau sudah tua, usianya saat itu mungkin 70 tahunan. Orangnya ramah dan semanak khas orang Jawa. Rumahnya sederhana gaya lama seperti layaknya rumah-rumah di kampung. Saya diperkenalkan oleh seorang kawan (kenalan) yang terlebih dahulu telah mengenal beliau. Kami sempat ngobrol ringan sebentar sambil disuguhi secangkir Teh. Setelah menunaikan Sholat Isya, mulailah prosesi penurunan Ilmu, dengan piranti selongsong Peluru Asli dan wewangian (Bunga & Minyak).
Beda guru, beda pula tatacaranya, saya pernah datang ke Pondok Pesantren di daerah Magelang – Jawa Tengah. Seorang Gus (anak Kyai) berperawakan tinggi gagah, terasa sekali aura kejadugannya, memiliki cara yang berbeda dalam mewariskan ilmunya. Syaratnya mutlak harus Muslim taat Sholat 5 waktu.
ASMA WAHIDUL QOHAR adalah satu satu dari Asma-asma ALLAH yang dipakai oleh praktisi ilmu hikmah sebagai wasilah untuk memohon daya perlindungan dari serangan tembakan senjata api / peluru & bom. Untuk mempelajari ilmu ini, syaratnya mutlak : tidak boleh pamer ilmu. Sebab memberdayakan khodam Malaikat Penjaga, yang pantang diajak ujub, riya & pamer. Sehingga niat awal ingin mengamalkan ilmu ini bukan untuk ajang kejadugan, tetapi untuk memohon keselamatan jiwa-raga dari ancaman senjata api.
Sejak tahun 2003 sampai sekarang saya menerima tamu & pasien, selalu ada yang berhajat mencari ilmu penjagaan diri, terutama mereka yang berprofesi sebagai security, polisi, TNI serta orang-orang yang bekerja di daerah rawan konflik / kejahatan. Puji syukur, saat muda dulu pernah belajar ilmu ini, sehingga dapat bermanfaat bagi sesama yang membutuhkan.
Bagi anda para praktisi ilmu hikmah yang berminat dengan ASMA WAHIDUL QOHAR, dapat mengambil IJAZAH KHUSUS di Sanggar Maya Rasa Sejati. Biaya Rp.500 ribu (diniatkan sebagai tanda bakti kepada Guru, bukan sebagai Mahar, sebagai kami tidak memaharkan ilmu). Bila berhalangan hadir, boleh mengambil Ijazah secara jarak jauh (online), biaya di transfer via Bank dan petunjuk keilmuan akan dikirim via paket.


Komentar Terbaru