AMALAN BERDAGANG / NIAGA

Wirid Bagi Para Pedagang

Dalam berniaga tidak selamanya untung dan sebaliknya tidak selamanya merugi. Dalam dunia usaha hal tersebut adalah wajar, hampir semua pedagang dan pengusaha mengalami sirklus semacam itu. Alur rejeki seperti sebuah roda yang berputar, kadangkalanya berada diatas (jaya dan berkecukupan) tapi kadangkala berputar hingga berada diposisi terbawah, terpuruk dan serba kekurangan.

Alangkah baiknya apabila saat roda kehidupan berada diatas, sedang jaya dan makmur, untuk tidak sombong dan takabur. Harus tetap eling lan waspada, memperbanyak bersyukur dalam lisan dengan mengucap Alhamdulillah dan bersyukur dalam perbuatan dengan memperbanyak bersedekah, berzakat, berdonasi. Harapannya semoga setiap rizki yang telah kita terima – baik itu berupa materi (uang), kesehatan atau ilmu semua itu akan menjadi BERKAH dalam kehidupan dimasa mendatang, menjadi pemicu datangnya pertolongan Allah bila suatu ketika terpuruk dalam keadaan susah dan kesulitan.

Sebaliknya apabila kini roda kehidupan rejeki berada dibawah, hidup terasa sempit dan kekurangan, omset penjualan menurun, tidak untung bahkan bangkrut, alangkah baiknya untuk tetap berusaha sekuat tenaga dan pikiran, jangan mudah menyerah & berputus asa dalam meraih rahmat pertolongan Allah al-basith (Yang Maha Melapangkan Rizki). Ingatlah, bahwa selalu ada jalan bagi mereka yang tekun berusaha, berpikir dan berdzikir.

Berikut ini saya ijazahkan amalan Wirid bagi anda yang berprofesi sebagai Pedagang, semoga semakin bertambah laris, jaya dan barokah. Saat anda menerima ijazah ini ucapkan : “QOBILTU” (saya terima ijazahnya), kemudian segera amalkan.

Amalan Berdagang-niaga

 

Bila telah berhasil terjual / laris, jangan lupa menyisihkan uang untuk bersedekah sebagai wujud rasa syukur. Semoga rejeki yang anda terima semakin berkah dan bermanfaat. Allah berfirman : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya AKU akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. (Q.S. Ibrâhîm/14:7). Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ
“Tidak dianggap bersyukur kepada Allah, orang yang tidak berterimakasih kepada manusia.” (Hadits Riwayat Abu Duwud).

—o0o—

Ki Umar Jogja @2020

%d blogger menyukai ini: